Tak Hanya TNI, Polri Juga Bereaksi Soal Permintaan Penarikan Pasukan

Permintaan Gubernur Papua Lukas Enembe juga menarik perhatian Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Korps Bhayangkara itu heran diminta untuk menarik mundur pasukan dari Kabupaten Nduga, Papua jelang perayaan Natal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan seharusnya Lukas tidak mengambil langkah tersebut. “Seharusnya tidak boleh seperti itu. Seharusnya dia dukung secara penuh keberadaan TNI-Polri yang ada di Papua,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (23/12).

Toh nyatanya, keberadaan TNI-Polri khususnya di Distrik Yigi dan Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, guna menciptakan suasana yang kondusif pasca serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dua institusi ini menjadi garda terdepan sebagai penjaga keamanan masyarakat.

Keberadaan TNI-Polri di sana juga menjaga agar pembangunan di wilayah tersebut tetap dilanjutkan demi memudahkan akses bagi masyarakat Papua. “Harusnya konsep berpikirnya lebih luas,” tegas Dedi.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa TNI-Polri akan tetap mengejar para KKB. Sesuai pernyataan Menkopolhukam Wiranto, tidak ada negosiasi terhadap kelompok yang telah membantai belasan pekerja itu. Penegakkan hukum katanya diutamakan poker.

“Kita akan bawa pelaku-pelaku kriminal bersenjata tersebut sampai proses penyidikan, sampai ke JPU, dari JPU diajukan ke pengadilan. Dan dia harus menjalani proses pengadilan secara fair di situ,” tutur jenderal bintang satu ini.

Lebih lanjut, terkait Lukas yang ingin membentuk tim independen guna mengungkap fakta apa saja yang terjadi di Nduga. Dedi meminta adanya kordinasi dengan aparat keamanan.

“Kalau misalnya gubernur bikin tim sendiri, harus kordinasi dengan aparat keamanan sebagai bentuk rekom tindak lanjut penegakkan hukum yang dilakukan polisi,” sebut mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini.

Namun sekali lagi ia menegaskan, jika soal penegakkan hukum, menjadi ranah Polri. “Kalau polisi tetap penegakkan hukum dan jaga keamanan. TNI jaga keutuhan NKRI. Papua sudah final bagian dari NKRI yang tidak terpisahkan,” pungkas Dedi.

Gunakan Topi Santa, Anggota TNI Ini Berbagi Hadiah Natal di Yapen

Perayaan Natal turut dirasakan anak-anak Kampung Wadapi, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (25/12). Mereka merasakan kebaikan Tuhan dengan hadirnya Serda Edi Sugianto dari Perpustakaan Keliling Silas Papare Kodim 1709/Yawa.

Edi yang berkunjung mengenakan topi Santa Claus membawa beragam hadiah bagi anak-anak setempat. Bahkan, ia juga berbagi ilmu pengetahuan melalui buku-buku dari Perpustakaan Silas Papare.

“Saya berharap perayaan Natal ini dapat membuat anak-anak menjadi gembira serta dapat memberikan motivasi dan semangat dalam belajar membaca,” ujar Edi di Kampung Wadapi, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (25/12).

Kedatangannya pun disambut baik. Seorang anak bernama Melkianus Arobaya mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan hadirnya Edi bertopi Santa Claus di kampungnya. Sebab, saat menjelang Natal seperti sekarang ini, ia dan teman-temannya jarang sekali mendapat kunjungan Santa Claus.

Tak hanya itu, selain bisa belajar dan bermain, Melkianus juga bisa mendapatkan hadiah usai menjawab pertanyaan pelajaran dari Edi. “Kitong (kami) senang sekali ada Santa Claus tentara yang datang kasih belajar dan kasih hadiah buat kitong,” kata bocah kelas 5 SD itu.

Eni Saragih Minta Krim Malam, Katanya buat Perawatan Wajah

Komisi Pemberantasan Korupsi membuka jadwal kunjungan bagi keluarga tahanan yang ingin menjenguk para tahanan KPK. Jadwal kunjungan sengaja dibuka bertepatan dengan perayaan hari raya Natal hari ini (25/12).

ada sanak keluarga dari terdakwa Eni Maulani Saragih. Eni merupakan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI terjerat kasus suap proyek kerjasama PLTU Riau-1.

Sanak keluarga Eni datang dengan diantar dua buah mobil. Salah satu keponakan Eni bernama Popo Gumilang sempat berkomentar terkait kedatangan keluarganya.

“Ini kan hari raya. Jadi bawa makan makanan mateng. Jadi makan bareng nanti bareng sekeluarga. Dia juga minta buah-buah seperti jeruk pisang, terus kayak krim malam buat perawatan wajah di dalam,” ucapnya di pintu masuk gedung rutan KPK, Selasa (25/12).

Namun, diakui Popo dari sekian banyak rombongan memang tak tampak suami dari Eni yaitu M. Al Khadziq yang merupakan bupati Temanggung IDN Poker.

“Saya kesini bareng anak-anaknya aja kan ada dua. Yang satu SMA yang satu masih SD. Suaminya sedang bertugas,” tukasnya.

“Ketemunya di dalam cuma lima orang, dibatasin semisal keluarganya masuk, jadi ganti-gantian aja,” ujarnya.

Sebelumnya, jadwal kunjungan tahanan KPK biasanya dibuka setiap Senin dan Kamis. Namun, hari ini dibuka lantaran bertepatan dengan libur Natal.

“Karena ini libur natal jadi hari Senin 24 Desember besok libur tidak ada kunjungan sedangkan tanggal 25 akan ada kunjungan dari jam 09.00 sampai 13.00. Hanya untuk keluarga saja tidak diperkenankan untuk penasehat hukum,” ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati.

Dari data yang dihimpun, para koruptor yang ditahan Rumah Tahanan (rutan) kelas 1 Rumah tahanan kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK sebanyak 32 orang. Mereka terdiri dari 25 laki-laki dan 7 perempuan seperti Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra, Advokat Lucas, Merry Purba dan Irwandi Yusuf.