Akui Beri Duit Rp 4,75 M, Johannes Kotjo Ngaku Hanya Bantu Eni Saragih

JawaPos.com – Terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo mengakui memberikan uang senilai Rp 4,75 miliar kepada mantan Wakil Ketua komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. Uang tersebut diberikan agar Eni membantunya dalam proyek pembangkit listrik PLTU Riau-1.

“Benar saya memang memberikan bantuan kepada Ibu Eni Maulani Saragih,” kata Kotjo saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (3/12).

Menurut Kotjo, Eni meminta bantuan untuk membiayai kegiatan partainya. Selain itu, Eni juga meminta dia memberikan bantuan dana bagi suami Eni yang mengikuti pemilihan kepala daerah di Temanggung.

Kotjo mengaku tidak tahu kalau bantuan tersebut dapat tersandung masalah hukum. Oleh karenanya, dia tidak menyangka jika apa yang diberikannya kepada Eni merupakan tindak pidana korupsi.

“Saya tidak tahu kalau beri bantuan ke orang akan berpotensi masalah hukum atau disebut korupsi. Dengan hal inilah bantuan yang saya berikan Bu Eni selalu dicatat dengan baik oleh sekretaris saya, kalau memang untuk tujuan tertentu tentu tidak akan dicatat normal,” ucapnya.

Kendati demikian, Kotjo siap untuk menerima hukuman atas perbuatannya tersebut, dia pun tidak akan mengajukan banding atas putusan hakim nantinya. “Apa pun putusan yang akan dijatuhkan hakim nantinya saya akan terima,” jelasnya.

Saat membacakan pleidoi, Kotjo meminta agar majelis hakim menjatuhkan hukum yang seadil-adilnya.

Dalam perkara ini, KPK menuntut Kotjo empat tahun penjara dan denda Rp 250 juta dengan subsider enam bulan penjara. Kotjo didakwa telah menyuap Eni dan politikus Golkar Idrus Marham dengan jumlah Rp 4,75 miliar secara bertahap. KPK menyatakan uang itu diberikan agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Caption: Terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo saat membacakan pleidoi di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (3/12)

(rdw/JPC)