Korsel Tidak Lagi Anggap Korut Musuh

Presiden Korsel Moon Jae-in (kiri) bersama pemimpin Korut Kim Jong-un. (Foto: KCNA/AFP)

Seoul: Korea Selatan tidak lagi menganggap Korea Utara sebagai musuh. Hal ini terlihat dalam laporan pertahanan negara yang dirilis hari ini, Selasa 15 Januari 2019.

Biasanya, Korsel selalu menganggap Korut sebagai “musuh” dalam setiap laporan pertahan. Namun kali ini, Korsel menyebut merujuk kata “musuh” kepada setiap ancaman eksternal, bukan hanya dari Korut.

“Setiap kekuatan eksternal yang mengancam kedaulatan dan wilayah negara akan dianggap musuh,” demikian tertulis dalam laporan pertahanan Korsel, yang dibuat sebagai panduan untuk dua tahun ke depan, seperti dilansir dari laman AFP.

Dalam laporan itu, Korsel tetap menyebut senjata pemusnah massal di Pyongyang sebagai ancaman. Namun kali ini, Seoul tidak menyinggung mengenai provokasi militer atau serangan siber asal Korut.

Laporan pertahanan Korsel sebelumnya, dibuat pada 2016, menyebutkan Korut sebagai “ancaman utama” bagi keamanan nasional. Dikatakan dalam laporan, bahwa “rezim Korut dan militernya akan selalu menjadi musuh.”

Perubahan intonasi dalam laporan terbaru mengindikasikan semakin membaiknya hubungan kedua Korea. Presiden Korsel Moon Jae-in berusaha terus mendekat ke Korut, begitu juga dengan pemimpin Pyongyang Kim Jong-un.

Kim bahkan pernah berkata ingin menggelar pertemuan secara rutin dengan Moon tahun ini. 

Masih dari laporan pertahanan terbaru, disebutkan bahwa tiga pertemuan antar-Korea tahun 2018 dan juga Konferensi Tingkat Tinggi Kim dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura telah “menciptakan lingkungan keamanan baru menuju denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea.”

(WIL)