Penyuap Gubernur Aceh Nonaktif Irwandi Yusuf, Divonis 3 Tahun Penjara

JawaPos.com – Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim tidak pidana korupsi. Majelis menilai, Ahmadi terbukti memberikan suap senilai Rp 1,05 miliar kepada Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.

“Mengadili menyatakan bahwa terdakwa Ahmadi terbukti sah dan meyakinkan besalah melakukan korupsi secara berlanjut,” kata hakim ketua I Made Sudani saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (3/11).

Selain itu, Ahmadi juga dijatuhi hukuman denda senilai Rp 100 juta subsidair tiga bulan kurungan. Majelis hakim juga mencabut hak politik Ahmadi selama dua tahun.

“Hukuman tambahan pencabutan hak dipilih selama dua tahun setelah terdakwa menjalani pidana pokok,” ujar hakim I Made.

Dalam pertimbangannya, untuk hal yang memberatkan hakim menyebut Ahmadi tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas perkara korupsi. 

“Untuk hal meringankan, terdakwa berlaku sopan, mempunyai tanggungan keluarga satu istri dan empat anak, merasa bersalah, berjanji tidak mengulangi perbuatannya serta belum pernah di hukum,” jelas hakim.

Hakim menilai, pemberian uang senilai Rp 1,05 miliar agar Irwandi Yusuf mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Aceh memberikan persetujuan terkait usulan Ahmadi.

Ahmadi ingin kontraktor dari Kabupaten Bener Meriah dapat mengerjakan program pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (DOK) Tahun 2018 di Bener Meriah.

Hakim menilai, Ahmadi melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf (a) dan Pasal 13 Undang-Undang Nomir 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(rdw/JPC)