PM Mahathir Harap Malaysia Segera Lantik Raja Baru

PM Mahathir Mohamad (kiri) dan Sultan Muhammad V, Juli 2018. (Foto: AFP)

Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia berharap raja baru dapat dipilih sesegera mungkin. Pasalnya, Perdana Menteri Mahathir Mohamad harus mengadakan audiensi dengan raja mengenai hal-hal tertentu.

“Pemerintah menerima keputusan Sultan Muhammad V untuk mundur. Itu sesuai dengan konstitusi,” kata Mahathir, dikutip dari laman Channel News Asia, Senin 7 Januari 2019.

Sementara itu, Konferensi Para Penguasa Malaysia dikabarkan sedang mengadakan pertemuan khusus di Istana Negara, hari ini, untuk membahas tanggal penetapan raja baru.

Enam kendaraan bertuliskan lambang kerajaan negara bagian terlihat di Istana, yaitu Perlis, Trengganu, Negeri Sembilan, Johor, Perak dan Kedah, sejak pukul 10 pagi waktu setempat.

Baca: Raja Malaysia Turun Takhta

Konferensi Para Penguasa diharuskan bertemu dan memilih seorang raja baru selambat-lambatnya setelah empat pekan posisi itu kosong. Menurut rotasi tempat, yang akan menggantikan Sultan Muhammad V adalah Sultan Pahang.

Meski demikian, belum ada keterangan atau pengumuman lebih lanjut dari Istana Negara terkait siapa yang akan menggantikan Sultan Muhammad V. 

Raja Malaysia mundur setelah dua tahun naik takhta pada Desember 2016. Padahal, raja memiliki waktu jabatan selama lima tahun setelah dipilih oleh sembilan Sultan atau raja negara bagian.

Usai turun takhta, Sultan Muhammad V akan kembali ke Kelantan dan meneruskan pemerintahan negara bagian. 

Dua bulan sebelum pengunduran ini, Sultan Muhammad V diberitakan telah menikahi mantan Miss Moscow, Oksana Veovodina. Keduanya dikabarkan menggelar resepsi pernikahan mewah di Moskow, Rusia.

(WIL)