Rawan Disalahgunakan, KPK Minta Agen SPAK Ikut Awasi Dana Desa

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat saat ini ada sekitar 75 ribu desa di Indonesia yang mendapat dana desa dari Pemerintah pusat. Untuk mengawal dana desa tersebut, maka pihaknya akan melakukan pengawasan yang ketat, agar dana desa tersebut bisa digunakan dengan sebaik mungkin. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam acara diskusi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang digelar KPK di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/1).

Basaria mengatakan, untuk meminimalisir adanya penyimpangan, dia meminta agen SPAK yang tersebar diseluruh Indonesia untuk ikut mengawasi dana desa tersebut.

“Kita punya desa 74.997 jadi hampir 75 ribu yang ada desa di Indonesia ini diberikan uang. Sejumlah uang cukup besar hampir Rp 1 miliar, 1 desa,” ungkap Basaria.

Dalam upaya ikut melakukan pengawasan tersebut, para agen SPAK juga diajak memahami ruang korupsi dalam dana desa dengan cara yang menyenangkan melalui permainan.

“Ada dalam bentuk permainan arisan, ini dilakukan secara umum terkait perilaku koruptif. Ada juga permainan 9 nilai. Nilai antikorupsi mulai dari kejujuran, disiplin, tanggung jawab, keadilan sampai dengan kesederhanaan dan sabar. Ada 10 nilai antikorupsi di situ. Itu yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ini penting dilakukan, karena dirinya meyakini perempuan sebagai salah satu agen dalam memberantas korupsi. Untuk itu, tindakan tersebut dilakukan agar perubahan bisa digerakkan dari hal yang paling kecil terlebih dahulu.

“Ada hal yang perlu kita ingat apakah korupsi itu bisa dihilangkan dengan upaya penindakan? Sudah pasti tidak, karena bibit korupsi itu diawali dengan perilaku kehidupan kita sehari-hari. Bahkan sejak dalam kandungan sejak kita lahir sejak kita tumbuh berkembang dan sekolah, dan kita bekerja,” pungkasnya.

(ipp/JPC)