Sempat Beredar Video Disandera, WNI di Filipina Dikabarkan Bebas

Kota Kinabalu: Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tersebar video disandera oleh Abu Sayyaf, dikabarkan sudah dibebaskan di Jolo pada Selasa 15 Januari 2019.

Menurut media-media di Filipina, WNI yang diketahui bernama Samsul Saguni itu diculik dari perairan Semporna pada 11 September 2018 lalu. Saat ini Samsul sudah diserahkan kepada pihak berwenang Filipina pada Selasa pukul 4.30 sore.

Baca juga: Pria Diduga WNI Memohon Dibebaskan dari Abu Sayyaf.

Seperti dilansir The Star, Rabu, 16 Januari 2019, tidak diketahui apakah ada uang tebusan yang dibayarkan untuk kebebasan Samsul. Pihak berwenang masih belum memberikan informasi.

Pada insiden 11 September, Samsul dan rekannya, Usman Yunos diculik dari sebuah kapal ikan tempat mereka bekerja. Usman berhasil melarikan diri pada Desember.

Sebelumnya beredar sebuah video dimana Samsul meminta dibebaskan dari penyanderaannya. Video yang beredar 4 Januari itu memperlihatkan Samsul berada di dalam sebuah lubang. Dia menangis dan memohon meminta untuk dibebaskan.

Baca juga: Video WNI Disandera Abu Sayyaf, Diviralkan Malaysia.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal menyebut video ini disebarkan oleh Malaysia.

“Kemarin itu, dikirim ke keluarga, kemudian keluarga share video itu ke pemilik kapal di Malaysia. Pemilik kapal kirim ke Polisi Malaysia. Jadi yang memviralkan itu adalah Polisi Malaysia,” kata Iqbal kepada Medcom.id, Kamis, 10 Januari 2019. Menurut Iqbal, upaya pembebasan terus dilakukan. Berbagai strategi juga diupayakan, termasuk memperkuat komunikasi dengan keluarga sandera. 

“Yang dijadikan sasaran teror itu keluarga. Tebusan pasti didesak ke keluarga. Jadi kita terus berikan pendampingan ke keluarga sehingga dilakukan negosiasi,” ujar Iqbal lagi.

Iqbal menambahkan, viralnya video permintaan tebusan dari sandera ini merupakan salah satu taktik dari para penyandera untuk menekan keluarga agar segera memberikan tebusan.

(FJR)