Tiongkok Vonis Mati Pria Kanada atas Penyelundupan Narkoba

Robert Llyod Schellenberg (tengah) menjalani persidangan di kota Dailan, Tiongkok, 14 Januari 2019. (Foto: AFP/HO)

Beijing: Tiongkok menjatuhkan vonis hukuman mati kepada seorang warga Kanada. Robert Llyod Schellenberg dinyatakan terbukti pernah menjadi kaki tangan penyelundupan narkotika di Negeri Tirai Bambu.

Vonis dijatuhkah usai nota pembelaan tak bersalah Schellenberg ditolak di sebuah pengadilan di provinsi Liaoning. Dia sudah ditahan tiongkok sekitar empat tahun lalu, dan divonis 15 tahun penjara pada 2016.

Namun bulan lalu, hakim pengadilan banding sepakat dengan tim jaksa bahwa hukuman terhadap Schellenberg terlalu ringan. Schellenberg pun kembali menjalani persidangan tak lama setelahnya.

Dilansir dari laman Sky News, Senin 14 Januari 2019, pengadilan Tiongkok menyatakan Schellenberg terbukti bersalah atas keterlibatan dalam operasi narkotika internasional.

Ia disebut telah direkrut untuk menyelundupkan lebih dari 222 kilogram metamfetamin atau sabu dari sebuah gudang di kota Dailan, Tiongkok, ke Australia.

Seorang warga Tiongkok yang juga divonis atas operasi narkoba serupa juga sudah dijatuhi vonis mati.

Kasus Schellenberg dimunculkan ke publik Tiongkok pada Desember lalu, usai Kanada menahan Meng Wenzhou, salah satu petinggi perusahaan telekomunikasi Huawei. Penahanan Meng, pada 1 Desember 2018, dilakukan atas permintaan dari Amerika Serikat.

Meng, anak perempuan dari pendiri perusahaan Ren Zhengfei, ditangkap di Vancouver atas kecurigaan adanya pelanggaran oleh Huawei atas serangkaian sanksi ekonomi AS terhadap Iran.

Dia membantah tuduhan tersebut dan menghadapi ekstradisi. Sejak Meng ditahan, Tiongkok telah menangkap dua warga Kanada yang dipandang sebagai bentuk aksi balasan. Seorang guru asal Kanada juga sempat ditangkap Tiongkok, namun akhirnya dibebaskan.

(WIL)